04 Juni 2008

KEKAGUMANKU PADA ISTERIKU

Dua bulan yang lalu tepatnya tanggal 4-6 April 2008 saya dan isteri mengikuti seminar Financial Revolution – Tung Desem Waringin. Banyak manfaat yang kami peroleh. Dalam dua bulan ini Novita Arsianti, isteri tercinta sungguh membuat kagum diri saya.
Sudah lama isteri meminta ijin kepada saya untuk bekerja, tetapi saya tidak kunjung jua mengijinkan untuk bekerja, saya hanya mengijinkannya untuk menjadi entrepreneur alias wirausaha. Dulu isteri bekerja di holding company salah satu supermarket besar nasional, tapi sejak melahirkan anak pertama hingga anak kedua, ia tidak bekerja. Alasan saya cuma satu, cukup saya saja yang “menderita” menjadi seorang yang “menukar ijazah” dan waktunya dengan uang alias jadi pegawai.
Ia pernah saya “seret” untuk terlibat di bisnis multilevel marketing, tapi kami berdua merasa tidak betah, bukan pada kawan-kawan, lingkungan atau pada perusahaan MLMnya, tetapi pada perlakuan orang-orang yang kami prospek. Kawan-kawan (upline) kami baik-baik, lingkungannya positif, perusahaan MLM nya pun makin besar, tetapi kami diperlakukan sebagai “orang yang harus dijauhi dan dihindari” oleh “siapapun” yang kami temui. “Radar” mereka cukup tajam untuk “mencium” adanya usaha-usaha prospecting MLM. Tapi bagaimanapun kami banyak memperoleh manfaat, menjadi suami isteri yang bekerja sebagai team, mengalami banyak penolakan, mengetahui bagaimana prospecting dan mem-follow up orang alias people skill.
Selepas itu ia menekuni bidang asuransi, sebagai agen asuransi. Itupun tidak lama. Mungkin karena komoditinya yang tidak mudah dibeli orang, maka bidang ini ditinggalkannya. Setelah itu beberapa kali ia meminta ijin untuk bekerja, tetapi saya tetap tidak mengijinkan.
Pada acara Milad TDA ke dua bulan Januari yang lalu, saya ajak isteri untuk ikut hadir. Alhamdulillah tanggapannya positif, dan saya menebak bahwa ia mulai “terbakar” untuk berbisnis. Kemudian dua bulan yang lalu, saya ajak lagi isteri ke seminar TDW, dan hasilnya membuat “gerah” isteri saya untuk segera take action. Kami bertemu dengan 2 ibu kakak beradik di lift saat kami “tersesat” mencari musholla di acara seminar TDW. Saya tidak menyangka karena dari bertegur sapa bisa berlanjut dengan kerjasama “berjualan” dengan isteri. Tanpa pikir panjang saya sisihkan uang untuk modal berdagang. Mulailah isteri berdagang ”batik gaul”. Alhamdulillah ada saja cerita menyenangkan darinya sepulang berjualan, biasanya bercerita dengan penuh semangat dengan muka cerah, membuat saya kagum. What amazing ..... take action miracle happen. Walau bersusah-susah naik turun angkutan umum untuk bertemu pembeli, membawa tas yang berat, ia tidak mengeluh. Padahal mobil ada di rumah. Isteri saya sama sekali tidak manja. Selama dua bulan keuntungannya lumayan besar untuk usaha skala kecil.
Saya pun mengajak isteri untuk ikut workshop "Mental Block Breaking" yang dibawakan oleh Bang Jay, sementara itu saya bertugas untuk mendokumentasikan acara TDAM 2.0 tersebut.
Mudah-mudahan strategi sementara saya dengan ”berdiri di dua kapal” bisa rampung hingga pada saatnya bisa ”punya kapal sendiri yang besar” yang menghantarkan kami pada tujuan. Mungkin sambil jalan menekuni bisnis saya sendiri, sayapun mensupport isteri untuk menjadi ”tangan di atas”. Saya buatkan blog sederhana untuknya http://butikbiz.blogspot.com.
Teruskan isteriku jalan yang sudah dimulai .... Insya Allah, akan selalu ada jalan keluar, walaupun ”kondisi ekonomi” bangsa ini sedang morat-marit. (Terlihat dari nilai eksport yang minus / lebih kecil dari nilai import berdasarkan data BPS bulan April 2008 pada neraca perdagangan Indonesia. Selain itu dampak kenaikan BBM yang makin ”berasa” pada pengeluaran kebutuhan di rumah).

Terima kasih Ya Allah.... atas semua ni’mat yang telah diberikan...

0 comments:

Kontak Langsung - Silahkan ketik pesan Anda

Your Name :
Your Email :
Subject :
Message :
Image (case-sensitive):

About This Blog

  © Blogger template 'Perfection' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP